• Jl. Tentara Pelajar 3A, Cimanggu Bogor
  • (0251) 8337975 (WA) +628111756776
  • [email protected]
Logo Logo
  • Beranda
  • Profil
    • Overview
    • Visi & Misi
    • Struktur Organisasi
    • Tugas & Fungsi
    • Pimpinan
    • Satuan Kerja
    • Sumber Daya Manusia
  • Informasi Publik
    • Portal PPID
    • Standar Layanan
      • Maklumat Layanan
      • Waktu dan Biaya Layanan
    • Prosedur Pelayanan
      • Prosedur Permohonan
      • Prosedur Pengajuan Keberatan dan Penyelesaian Sengketa
    • Regulasi
    • Agenda Kegiatan
    • Informasi Berkala
      • LHKPN
      • LHKASN
      • Rencana Strategis
      • DIPA
      • RKAKL/ POK
      • Laporan Kinerja
      • Capaian Kinerja
      • Laporan Keuangan
      • Laporan Realisasi Anggaran
      • Laporan Tahunan
      • Daftar Aset/BMN
    • Informasi Serta Merta
    • Informasi Setiap Saat
      • Daftar Informasi Publik
      • Standar Operasional Prosedur
      • Daftar Informasi Dikecualikan
      • Kerjasama
  • Publikasi
    • Buku
    • Pengumuman
    • Infografis
    • Jurnal AgroBiogen
    • Buletin Plasma Nutfah
  • Reformasi Birokrasi
    • Manajemen Perubahan
    • Deregulasi Kebijakan
    • Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik
    • Penataan dan Penguatan Organisasi
    • Penataan Tata Laksana
    • Penataan Sistem Manajemen SDM
    • Penguatan Akuntabilitas
    • Penguatan Pengawasan
  • Kontak
Thumb
109 dilihat       14 Oktober 2026

Selamatkan Rojolele, Padi Legendaris Klaten yang Kian Tergerus Zaman

KLATEN — Padi Rojolele telah lama menjadi kebanggaan masyarakat Delanggu, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Dikenal dengan tekstur nasi yang pulen, rasa manis, dan aroma harum khas, varietas lokal ini menyimpan kekayaan sumber daya genetik sekaligus identitas pertanian daerah. Namun, di tengah persaingan dengan varietas modern yang dinilai lebih produktif, keberadaan Rojolele semakin terancam dan membutuhkan upaya penyelamatan yang berkelanjutan.

Suhartono, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) BPP Delanggu, mengungkapkan bahwa dalam lima tahun terakhir, luas penanaman Rojolele semakin terbatas. Bahkan, penanamannya di wilayah Klaten sempat hanya dilakukan oleh satu petani melalui dukungan program kegiatan.

“Petani banyak yang tidak tertarik menanam Rojolele karena dari sisi produksi dan penjualan sudah tergeser dengan varietas lainnya,” jelas Suhartono.

Menurutnya, salah satu tantangan utama adalah produktivitas Rojolele yang diperkirakan mencapai 4–5 ton dalam kondisi budidaya optimal, sementara beberapa varietas modern mampu menghasilkan hingga 10 ton. Perbedaan produktivitas tersebut mendorong sebagian petani beralih ke varietas lain yang dianggap lebih menguntungkan.

Upaya penyelamatan Rojolele dilakukan melalui pendampingan budidaya, seleksi benih, dan pemurnian varietas. “Kedepan kami mendampingi petani Delaggu untuk memertahankan varietas ini dengan konsep budi daya organik untuk memeroleh hasil yang maksimal,” ungkap Suhartono.

Pada penanaman awal di lahan percontohan seluas 5.000 meter persegi, masih ditemukan tanaman dengan karakter dan umur yang beragam. Kondisi ini menunjukkan perlunya seleksi untuk memperoleh tanaman yang sesuai dengan karakter Rojolele dan layak dijadikan sumber benih.

Seleksi dilakukan dengan mengenali karakter tanaman secara cermat, terutama saat panen, sehingga benih yang dihasilkan dapat mendukung pemurnian varietas pada musim tanam berikutnya. Selain itu, edukasi kepada petani menjadi langkah penting agar mereka mampu mengenali ciri khas Rojolele dan melakukan seleksi benih secara mandiri.

Pendekatan tersebut sejalan dengan Proyek Crop Diversity Conservation for Sustainable Use in Indonesia (CDCSUI), yang mendukung konservasi dan pemanfaatan berkelanjutan sumber daya genetik tanaman. Melalui proyek ini, pelestarian varietas lokal tidak hanya diarahkan pada keberadaan tanaman, tetapi juga pada penguatan kapasitas petani sebagai pelaku utama konservasi di lahan pertanian.

Perbaikan teknik budidaya melalui pendekatan pertanian sehat hingga organik juga menjadi salah satu upaya yang dapat dikembangkan untuk menjaga kualitas Rojolele. Dengan dukungan pendampingan yang berkelanjutan, diharapkan petani semakin memahami teknik budidaya yang tepat sekaligus mampu mempertahankan karakter unggul varietas tersebut.

Prev Next

- BRMP Biogen


Pencarian

Berita Terbaru

  • Thumb
    Blora Perkuat Pelestarian Talas, Uwi, dan Padi Lokal melalui Pelatihan Konservasi
    02 Nov 2026 - By BRMP Biogen
  • Thumb
    Perkuat Wawasan Mahasiswa Undip Lewat KKL di BRMP Biogen
    02 Nov 2026 - By BRMP Biogen
  • Thumb
    Padi Lokal Magelang, Kekayaan Genetik Penopang Pangan
    01 Nov 2026 - By BRMP Biogen
  • Thumb
    Perkuat Mutu dan Daya Saing Rempah, Petani Halmahera Selatan Ikuti Bimtek Pala dan Cengkeh
    31 Okt 2026 - By BRMP Biogen
  • Thumb
    CDCSUI Perkenalkan Produk UMKM Berbasis Pala dan Rempah di Pameran FAO
    30 Okt 2026 - By BRMP Biogen

tags

BRMP Biogen CDCSUI PadiLegendaris Rojolele

Kontak

(0251) 8337975 (WA) +628111756776
(0251) 8333975
[email protected]

Jl. Tentara Pelajar No.3A, RT.02/RW.7, Menteng, Kec. Bogor Barat, Kota Bogor, Jawa Barat 16111
Indonesia

website: https://biogen.brmp.pertanian.go.id

© 2023 - 2026 Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Bioteknologi dan Sumber Daya Genetik Pertanian. All Right Reserved